Tagristandar BRMP NTT Mulai Melaksanakan Tanam Padi Untuk Menghasilkan Benih Unggul
Kupang, 28 Januari 2026, BBRMP NTT melalui unit Tagristandar telah memulai kegiatan penanaman padi di lahan display untuk Musim Tanam I (MT I). Kegiatan ini difokuskan untuk perbanyakan benih padi varietas unggul guna menjamin ketersediaan benih berkualitas bagi petani di wilayah NTT. Pada musim tanam kali ini, Tagristandar membudidayakan Varietas Unggul Baru (VUB) dengan klasifikasi Benih Pokok (BP)/Label Ungu. Varietas padi yang ditanam di lahan Display BBRMP NTT yaitu Inpari 42 GSR Agritan. Varietas tersebut dipilih karena memiliki umur tanaman 112 hari setelah semai, tahan rebah dan memiliki tekstur nasi yang pulen. Selain itu padi varietas ini agak tahan terhadap wereng batang coklat, agak tahan hawar daun dan tahan terhadap blas daun.
Inpari 42 GSR Agritan akan ditanam pada lahan seluas 1 hektar. Guna memastikan produktivitas yang maksimal, BBRMP NTT menerapkan teknologi sistem tanam Jajar Legowo 2:1. Metode ini merupakan cara penanaman dengan menggunakan pola jarak antar baris sehingga seluruh rumpun padi berada di baris pinggir. Metode ini dipilih karena efektif dan efisien dalam meningkatkan produktivitas. Selain memudahkan dalam proses perawatan dan pemupukan, sistem ini mampu meningkatkan populasi tanaman serta dapat mengoptimalkan paparan sinar matahari. Kegiatan ini merupakan langkah BBRMP NTT dalam rangka memproduksi benih bermutu, dengan menggunakan benih kelas Benih Pokok (BP)/Label Ungu, hasil panen nantinya akan diproses menjadi benih kelas Benih Sebar (BR)/Label Biru untuk mendukung swasembada pangan di Nusa Tenggara Timur. Selain itu, lokasi lahan display ini memiliki keunggulan dengan posisi yang strategis karena berada tepat di jalur utama Timor Raya. Sebagai akses penghubung antar-kabupaten dan lintas negara, posisi ini sangat efektif dalam proses diseminasi kepada khalayak (petani dan masyarakat umum) dalam mempraktikan inovasi teknologi budidaya, varietas unggul baru, metode tanam dan lain-lain yang dianjurkan sehingga diharapkan menambah pengetahuan dan keterampilan dalam pelaksanaan budidaya.